Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini



Jumat, 9 Oktober 2020

Berdayakan Peran Serta Lembaga di tingkat Kelurahan BNN Kota Yogyakarta galakkan program rehabilitasi sukarela

Pada Hari Rabu tanggal 7 Oktober 2020 bertempat Hotel Jambuluwuk, BNN Kota Yogyakarta melakukan kegiatan Workshop dalam rangka pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat anti narkoba. Kegiatan ini merupakan upaya dari BNN Kota Yogyakarta untuk mendorong percepatan terwujudnya Desa/ Kelurahan Bersinar yang merupakan program unggulan dari BNN RI. Peserta workshop berasal dari para kader atau perwakilan institusi/ lembaga di tingkat Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangangsan, Kota Yogyakarta.Para peserta diberikan materi terkait kondisi permasalahan narkoba, peran serta masyarakat, dan program2 pemerintah yg ditujukan mengurangi prevalensi. Salah satu program yg menjadi kunci terwujudnya desa/kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) adalah program layanan rehabilitasi sukarela bagi para pecandu yg sedang digalakkan oleh BNN Kota Yogyakarta dengan melibatkan peran aktif lembaga/institusi di tingkat kelurahan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada warga masyarakat.Adapun nara sumber workshop Kepala BNNK adalah Yogyakarta AKBP Khamdani S.Sos, Kasi P2M BNNK Yogyakarta Susilo Budisantoso S.H.,M.H, Eko Prasetyo sekalu Konselor adiksi, Rahmawati Eka sebagai Penyuluh Narkoba. Kegiatan ini juga untuk membangun sinergitas antara BNNK Yogyakarta dengan masyarakat.AKBP Khamdani S.Sos menyatakan Komunikasi Informasi, dan Edukasi (KIE) program rehabilitasi sukarela bagi pecandu narkotika akan efektif jika didukung peran aktif dari lembaga2 ditingkat kelurahan karena tugas dan fungsinya yg bersentuhan dan melayani langsung warganya. Para kader lembaga seperti PKK, Posyandu, IBM, Ketua RW, Ketua RT, Karangtaruna dapat memberikan pemahaman kepada komunitas/ warga binaanya tentang pengertian rehabilitasi sukarela, cara mengakses, manfaat bagi pecandu, dan dasar hukum bahwa peserta rehabilitasi sukarela tidak dipidana. Harapannya pecandu narkoba sadar, tidak takut dan ragu, serta berbondong-bondong mengikuti rehabilitasi sukarela. Jika hal ini terlaksana maka para pecandu pulih, sehat, dan kembali hidup produktif. Akibat positifnya pasar gelap narkoba kehilangan permintaan, dan harapan Jogja resik narkoba bisa terwujud, demikian imbuh Khamdani.[gallery ids="809"]Workshop juga ditujukan agar masyarakat mampu secara mandiri melakukan penyebaran informasi tentang P4GN sehingga warga memiliki daya tolak terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di lingkunganya khususnya di wilayah Keluarahan Brontokusuman.“Besar harapan dengan terciptanya Brontokusuman sebagai kelurahan Bersinar dapat menjadi model bagi desa/kelurahan lain di Kota Yogyakarta untuk memiliki kemandirian dalam melaksanakan program P4GN,” kata AKBP Khamdani S.Sos. Masyarakat yang mulai sadar dan peduli akan program P4GN secara langsung akan dapat mencegah peredaran gelap narkoba dan pada giliranya mengurangi jumlah penyalahguna, menekan hingga menghilangkan permintaan narkoba di pasar gelap sehingga angka prevalensi di wilayah D.I Yogyakarta bisa turun.


Jumat, 9 Oktober 2020

REHABILITASI SUKARELA TIDAK DIPIDANA!

BNN Kota Yogyakarta - (09/10/2020) BNN kota Yogyakarta berkesempatan untuk bertatap muka langsung dengan 20 perwakilan masyarakat dari Kelurahan Brontokusuman dalam kegiatan "workshop KIE Layanan Rehabilitasi Sukarela di Tingkat Kelurahan Brontokusuman" pada Rabu, 9 Oktober 2020 di Hotel Jambuluwuk Kota Yogyakarta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota PKK, pemuda karang taruna, tokoh masyarakat dan perwakilan RT RW setempat. keterlibatan masyarakat secara langsung diharapkan dapat menjadi ujung tombak untuk mengatasi masalah rendahnya kesadaran masyarakat mengakses layanan rehabilitasi .

acara dibuka oleh Kepala BNN Kota Yogyakarta, Khamdani, S. Sos. beliau menyampaikan bahwa BNN Kota Yogyakarta tidak dapat menjangkau secara mendalam terhadap unit masyarakat terkecil secara intens sehingga sangat diperlukan bantuan masyarakat. rehabilitasi merupakan upaya mengatasi permasalahan adiksi narkoba untuk kembali pulih dan kembali berfungsi sosial di masyarakat. peran masyarakat sangat penting dalam mensukseskan program rehabilitasi baik dalam bentuk dorongan maupun penerimaan dalam pergaulan sehari-hari, bahwa mereka jangan dikucilkan atau dianggap kriminal. Khamdani menambahkan "mengatasi pecandu atau penyalahguna tidak tepat jika dipenjara karena akan membuat mereka makin kenal narkoba lebih dalam"Pemateri juga menekankan tentang UU narkotika no 35 pasal 54 bahwa Orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. sebagai penutup para peserta bersama-sama menyatakan dukungannya untuk mensukseskan rehabilitasi khususnya di wilayah Brontokusuman. "Rehabilitasi sukarela tidak dipidana"!



Selasa, 29 September 2020

Gelorakan P4GN Lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

Pada Hari Selasa tanggal 29 September 2020 bertempat Hotel Jambuluwuk, BNNK Yogyakarta melakukan kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat. Kegiatan ini merupakan upaya dari BNNK Yogyakarta untuk mensuskseskan program P4GN di Kota Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari masyarakat yang tinggal di Kelurahan Brontokusuman serta berbagi unsur organisasi masyarakat yang ada di Kelurahan Brotokusuman. Unsur organisasi yang diundang oleh BNNK Yogyakarta antara lain Karang Taruna, Ketua RT/RW, Babinsa, Babinkamtibmas dan Kelurahan. Kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat ini juga dilakukan untuk membangun sinergitas antara BNNK Yogyakarta dengan masyarakat.

Kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat ini difokuskan di keluarahan Brontokusuman dengan harapan akan tercipta Desa Bersinar yang diprogramakan oleh BNN RI. Desa Bersinar sendiri merupakan sebuah pilot project BNN RI dimana harapannya adalah kelurahan atau desa dapat secara mendiri melaksanakan program P4GN, dari sisi sosialisasi dan pencegahan. Sosialisasi disini diharapkan setalah kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, para peserta dapat memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang P4GN sehingga informasi tentang P4GN dapat tersebar. Sebaran informasi tentang P4GN ini secara langsung maupun tidak langsung mbisa menjadi benteng untuk mencegah peredaran gelap narkoba dimasyarakat khususnya di Keluarahan Brontokusuman. Kegaiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat ini melibatkan 3 narasumber, PLH Kepala BNNK Yogyakarta, Lurah Brontokusuman dan Kasi P2M BNNK Yogyakarta. Materi yang dibahas dalam kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat ini antara lain adalah kondisi P4GN di Kota Yogyakarta dan Indonesia, Partisipasi dan Wujud Nyata masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, dan Pemetaan Kelompok Sasaran di Kelurahan Brontokusuman. Materi - materi yang disampaikan oleh narasumber ini ditujukan kepada para peserta supaya dapat mendorong percepatan program Desa Bersinar di kelurahan Brontokusuman. Besar harapan dengan terciptanya Desa Bersinar di Keluarahan Brontokusuman dapat menjadi inspirasi bagi desa/keluarahan lain di Kota Yogyakarta untuk memiliki kemandirian dalam melaksanakan program P4GN. Masyarakat yang mulai sadar dan peduli akan program P4GN secara langsung akan mengurangi prevelensi dan dapat mencegah peredaran gelap narkoba.


Senin, 26 Agustus 2019

SINERGI BNNK YOGYAKARTA DAN SD MASJID SYUHADA UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

BNN Kota Yogyakarta – menindaklanjuti pelatihan penggiat anti narkoba oleh BNN Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu dikalangan pendidik, SD Masjid Syuhada langsung melaksanakan action kegiatan P4GN bagi para siswanya. Bertempat di lapangan SD Masjid Syuhada pada senin, 16 Agustus 2019 pada pukul 07.00 upacara bendera pagi hari itu berbeda dengan biasanya. SD Masjid Syuhada mengahdirkan personil dari BNN Kota Yogyakarta untuk memberikan materi di upacara. Beliau adalh Kasi. Pemberantasan Kompol. Sahrur yang bertugas menjadi Pembina upacara.

Kompol. Sahrur dalam kesempatan pagi itu memperkenalkan BNN kepada peserta didik SD Masjid Syuhada, dari sekian banyak siswa beberapa belum mengetahui apa itu BNN. Beliau juga menyampaikan pentingnya hidup sehat dengan menghindari jajan sembarangan karena potensi bahaya narkoba sudah mengancam anak-anak usia sekolah dasar dengan kemasan yang menarik bagi mereka. Hidup sehat juga diwujudkan dengan selalu menjauhi zat-zat aditif yang ada disekitar kita, seperti rokok. Agar siswa-siswa dapat memiliki imunitas jika ditawari zat-zat tersebut oleh teman atau saudara.

Pergaulan adalah factor yang sangat kuat dalam membentuk karakter anak, oleh karenanya Kompol Sahrur juga mewanti-wanti agar menjaga pergaulan, pilihlah teman yang mengajak kita kepada kebaikan. Jauhi kenakalan-kenakalan remaja yang dapat membawa pengaruh buruk bagi siswa.

Sebagai penutup beliau Kompol Sahrur menyampaikan apresiassi sebesar-besarnya pada Kepala Sekolah, Guru, siswa dan seluruh warga SD Masjid Syuhada atas kepedulainnya terhadap bahaya narkoba. Dengan banyak kegiatan P4GN dan sudah terbentuknya satgas anti narkoba di SD Masjid Syuhada, diharapkan SD Masjid Syuhada dapat terus menjaga prestasi sebagai sekolah yang bebas dari bahaya narkoba.


Rabu, 28 Agustus 2019

SD MUHAMMADIYAH DARUSSALAM YOGYAKARTA ORASI BAHAYA NARKOBA

Acara Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sd Muhammadiyah Darussalam Gendeng Yogyakarta yang di laksanakan pada hari Rabu tanggal 28 Agustus 2019, acara pertama yaitu orasi siswa kelas 5 B yang di mulai pukul 06.25 sampai pukul 06.55 anak anak melakukan orasi yang bertema “Prestasi Yess! Narkoba No!” mengelilingi kampung Gendeng dan jl melati wetan orasi tersebut di ikuti oleh siswa serta bapak dan ibu pendamping. SD Muhammadiyah Darussalam Gendeng Yogyakarta gencar menggalakan orasi bahaya Narkoba dan ber­harap dapat membentengi ge­nerasi muda Kota Yogyakarta dari pengaruh bahaya narkotika. Sosialisasi bahaya Narkoba gencar dilaksanakan bagi para pelajar, yang dinilai rentan dalam menyalahgunakan obat-obat terlarang ini.

Setelah anak anak kelas 5 B selesai orasi, siswa siswi SD Muhammadiyah gendeng darussalam melanjutkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Ruang Utama Masjid, acara sosialisasi tersebut di ikuti oleh semua siswa dan siswi kelas 1 – 6. Sosialisasi di laksanakan pukul 07.00 – 08.00 yang di isi oleh Bapak Arif Rahman Hakim, M.Pd.I, Sosialisasi ini dilakukan agar para pelajar di Kota Yogyakarta khususnya SD Muhammadiyah Daarussalam Gendeng Yogyakarta terhindar dari baha­ya Narkoba, baik itu penggu­naan, jual beli atau bisnis ba­rang haram. Mengimbau kepada para pelajar, Narkoba berba­haya baik untuk kesehatan mau­pun kehidupan serta an­caman pidana bagi pengguna dan penjual Narkoba juga berat.

Setelah siswa dan siswi mendengarkan penjelasan tentang bahaya Narkoba, siswa dan siswi kelas 1 - 6 di putarkan film tentang bahaya Narkoba bagi tubuh di lanjutkan poster anak anak yang pada hari selasa kemarin di tunjukkan kepada semua siswa sebagai contoh agar mereka lebih tau apa saja sih bahaya Narkoba, lalu di lanjutkan dengan pembagian stiker bagi semua anak anak kelas 1 - 6 oleh Bapak dan Ibu guru wali kelas.

Acara Sosialisasi bahaya Narkoba bagi penggiat anti Narkoba ting­kat pelajar SD/MI se Kota Yogyakarta. Anak anak siswa dan siswi kelas 3-6 membuat kegiatan menggambar poster yang bertema bahaya Narkoba bertujuan mengasah kemampuan dan kreatifitas anak dalam menggambar serta mengajarkan kepada anak anak apa bahaya Narkobaa bagi tubuh dan kehidupan sehari hari. Hasil karya anak anak tersebut kami kumpulkan dan akan kami tampikan pada tanggal 28 Agustus 2019 dalam acara Sosialisasi Bahaya Narkoba dengan tema “Prestasi Yess! Narkoba No!”.



Jumat, 13 Maret 2020

Pastikan Staf Bebas Narkoba, BNNK Yogyakarta dan Kelas IIA Yogyakarta Gelar Tes Urine

BNN Kota Yogyakarta (13/03/2020) - BNN Kota Yogyakarta melaksanakan giat tes urin di Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada hari jum'at, 13 maret 2020. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan personil Lapas dari berbagai bidang dan seksi. total peserta yang melakukan tes urin sebanyak 72 dari target 50 sukses dilaksanakan. Sebelumnya Lapas Kelas IIA Yogyakarta telah berkoordinasi terlebih dahulu untuk melaksanakan tes urin bagi para personilnya. dalam pembukaannya, Kepala Lapas, Satrio Waluyo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk bentuk kepedulian Lapas terhadap masalah narkoba dan sebagai bentuk aksi nyata dalam membantu mensukseskan P4GN terutama di lingkungan kerja terlebih karena lapas sangat rentan sekali terhadap penyalaugunaan narkoba. sebelum dilaksankan tes urin, Kepala BNNK Yogyakarta berkesempatan menyampaikan materi tentang persebaran narkoba yang sudah merata di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. dan beliau juga menyampaikan ucapan terimkasih dan apresiasi atas sinergitas yang dibangun antara BNN Kota Yogyakarta dan Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Seluruh peserta mengikuti dengan baik kegiatan tersebut dan memberi beberapa masukan daiantaranya adalah agar BNN Kota Yogyakarta dapat lebih sering melakukan sosialisasi untuk mengupgrade pengetahuan tentang narkoba nagi pegawai dan warga binaan. mereka juga mengharapkan kerjasama yg lebih intens mengingat berdasarkan statistik peredaran gelap narkotika dari dalam lapas sangat tinggi. dengan kerjasama yang baik diharapkan BNNK YK dan Lapas dapat membasmi narkotika bersama-sama.


Rabu, 28 Agustus 2019

NDAK SUSAH KOK KALAU MAU

Jaman sekarang sebenarnya ndak susah kok kalau mau ngebantu BNN buat ngelakuin pencegahan dan memberikan imun buat anak-anak yang ada di lingkungan sekolah, bakal segampang nyari angkringan di kota Yogyakarta, kota yang tetap setia dengan kata-kata Yogyakarta Berhati Nyaman. Kenyamanan Yogyakarta ini sebenarnya bisa keganggu lho kalau bab narkoba ini tidak diperhatikan, tapi dibiarkan gitu aja, nanti kalau anaknya udah kena narkoba baru deh taunya ga nyamannya kondisi akibat narkoba dan tentunya seperti hobi orang jaman sekarang yaitu sambat.

Sekolah Dasar menjadi sebuah awal anak-anak mengenal beberapa hal baru yang adanya ya dijaman sekarang ini, ndak kayak dijaman orang tua yang mau nelp aja mesti ke telpon umum. Contohnya handphone, lagu – lagu dangdut yang bikin mereka jogged-joged atau malah mengenal kata-kata “aku nek dewe yow ndak kuat, aku yow ambyar”. Nah jaman sekarang anak SD bakal juga terancam dengan narkoba, ini bahaya sih mnenurut BNN, karena besok yang bakal nerusin Indonesia ini ya anak-anak SD ini, emang sih mereka sekarang masih anak ingusan tapi 20 apa 30 tahun merekalah yang bakal nerusin negara Indonesia.

Beruntungnya BNN Kota Yogyakarta yang tentunya juga disertai usaha dan doa adalah dalam rangka membentengi siswa siswi sekolah dasar dari penyalahgunaan narkoba BNN Kota Yogyakarta diundang ama SD Kanisius Gayam. SD Kanisius Gayam Yogyakarta tentunya berupaya bersinergi dan berkomunikasi dalam rangka menjaga anak-anak didiknya dari bahaya narkoba yang mengancam.  Langkah nyata dari sekolah ini dengan cara mengundang BNN Kota Yogyakarta menjadi pembina upacara pada hari Senin, 26 Agustus 2019. Mewaikili BNN Kota Yogyakarta adalah Ganal Valiant untuk menjadi pembina upacara, dalam kesempatan ini dijelaskan tentang bagaimana ancaman peredaran narkoba yang sudah banyak menggunakan anak sekolah usia SD, modus-modus yang digunakan oleh pengedar, dan tentang bagaimana peran sekolah dalam upaya pencegahan bahaya peredaran gelap narkoba.

Akhir kata, harapan dari BNN Kota Yogyakarta adalah sinergitas dengan lingkungan sekolah ini dapat terus berjalan agar anak-anak sebagai calon penerus bangsa dapat terus sehat dan menjadikan Indonesia kedepannya menjadi negara yang maju. BNN Kota Yogyakarta berharap bahwa masyarakat tau bahwa mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini ndak susah, asal mau berjuang lho.




Senin, 6 April 2020

MELAWAN NARKOBA, BELAJAR DARI PENCEGAHAN VIRUS CORONA

Dunia saa tini sedang menghadapi wabah penyakit yang menular dengan begitu cepat.
Banyak yang menyebut virusCorona(covid–19)sebagai sebuah pendemi.Virus ini menyebar
begitu cepa tmelalui interaksi antar sesama manusia.Saat wabah penyakit ini mulai menyebar
keseluru hdunia,kekhawatiran tertular semakin tinggi. Masyarakat lalu menerapkan upaya
pencegahan seperti menjaga kebersihan dengan mencuci tangan,lockdown,dan social
distancing.Disini,kita tidak akan membahas baga imanawabah Corona atauCovid-19ini,
tetapi membahas bagaimana jika ketiga cara pencegahanwabah Corona(Covid-19)tersebut
diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Walaupun wabah dan narkoba berbeda,
efek dan dampa kkeduanya sama–sama mengerikan karena penyalahgunaan narkoba juga
berdampak pada kesehatan,ekonomi,sosial,bahkan menimbulkan kematian.
Mari belajar dari pencegahan penyebaran virus Covid-19 untuk mencegah
penyalahgunaan narkoba.Pertama,menjaga kebersihan dengan mencuci tangan.Hal bisa kita
aplikasikan dalam bentuk upay amenjaga kebersihan tubuh dan iman kita untuk tidak coba-coba
menyalahgunakan narkoba.Tubuh dan pikiran yang sehat mendorong kita untuk memilih
pergaulan yang sehat.Kedua,lock down diterapkan dengan meningkatkan pengetahuan kita
tentang bahaya narkoba sehingga kita bisa menolak ketika ada orang asing atau teman
menawarkan narkoba.Ketiga,social distancing kita terapkan dengan membentengi diri untuk
memilih lingkungan manasaja yang menjadi inner circle dalam kehidupan kita masing-masing
karena lingkungan yang baik turut membentuk seseorang menjadi orang yang baik.Mengacu
pada kata-kata bijak“mulai dari diri sendiri”untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,mari
kita bawa pengetahuan dan kebaikan cara pencegahan Covid-19 iniuntuk melawan
penyalahgunaa ndan penyebaran narkoba.Gandeng kanan kirimu untuk terus menyebarkan
kebaikan.Hari esok akan lebih baik saat kita mau dan mampu untuk melawan narkoba


Jumat, 11 Oktober 2019

Penggunaan Narkotika di Kalangan Remaja Meningkat

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Polisi Heru Winarko menyebut, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.

“Hasil dari penelitian kita bahwa penyalahgunaan itu beberapa tahun lalu, milenial atau generasi muda hanya sebesar 20 persen dan sekarang meningkat 24 -28

persen itu adalah kebanyakan pengguna anak-anak dan remaja,” kata Heru di The Opus Grand Ballroom At The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Heru menerangkan, kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab, mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalam mengkonsumsi narkoba.

“Karena kalau milenial yang sudah menggunakan, maka rentan penggunaan jangka panjang. Sehingga market mereka terjaga dan mereka enggak pusing lagi. Misalnya umur 15 tahun mengunakan narkoba sampai umur 40 tahun, berapa jangka waktu mereka menggunakan narkoba,” ujarnya.

Heru juga mempunyai sebuatan lain dari penggunaan narkotika, yakni imun. Hal itu disebabkan karena penggunaan narkotika semakin meningkat.

“Mengunakan narkoba ada namanya imun. Jadi akan meningkat, yang tadi mungkin sebutir bisa fly, jadi nanti ditingkatkan 1,5 hingga 2 butir karena itu kebutuhan akan semakin meningkat. Ini yang kita khawatir mengenai narkoba,” papar Heru.

Untuk itu, ia mengajak segenap pihak untuk memerangi narkotika. Hal itu dilakukam agar tak ada lagi kaum remaja yang mengkonsumsi narkoba.

World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.

Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 ibukota provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.


Jumat, 11 Oktober 2019

Penggunaan Narkotika di Kalangan Remaja Meningkat

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Polisi Heru Winarko menyebut, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.

“Hasil dari penelitian kita bahwa penyalahgunaan itu beberapa tahun lalu, milenial atau generasi muda hanya sebesar 20 persen dan sekarang meningkat 24 -28

persen itu adalah kebanyakan pengguna anak-anak dan remaja,” kata Heru di The Opus Grand Ballroom At The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Heru menerangkan, kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab, mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalam mengkonsumsi narkoba.

“Karena kalau milenial yang sudah menggunakan, maka rentan penggunaan jangka panjang. Sehingga market mereka terjaga dan mereka enggak pusing lagi. Misalnya umur 15 tahun mengunakan narkoba sampai umur 40 tahun, berapa jangka waktu mereka menggunakan narkoba,” ujarnya.

Heru juga mempunyai sebuatan lain dari penggunaan narkotika, yakni imun. Hal itu disebabkan karena penggunaan narkotika semakin meningkat.

“Mengunakan narkoba ada namanya imun. Jadi akan meningkat, yang tadi mungkin sebutir bisa fly, jadi nanti ditingkatkan 1,5 hingga 2 butir karena itu kebutuhan akan semakin meningkat. Ini yang kita khawatir mengenai narkoba,” papar Heru.

Untuk itu, ia mengajak segenap pihak untuk memerangi narkotika. Hal itu dilakukam agar tak ada lagi kaum remaja yang mengkonsumsi narkoba.

World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.

Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 ibukota provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.


Senin, 6 April 2020

MELAWAN NARKOBA, BELAJAR DARI PENCEGAHAN VIRUS CORONA

Dunia saa tini sedang menghadapi wabah penyakit yang menular dengan begitu cepat.
Banyak yang menyebut virusCorona(covid–19)sebagai sebuah pendemi.Virus ini menyebar
begitu cepa tmelalui interaksi antar sesama manusia.Saat wabah penyakit ini mulai menyebar
keseluru hdunia,kekhawatiran tertular semakin tinggi. Masyarakat lalu menerapkan upaya
pencegahan seperti menjaga kebersihan dengan mencuci tangan,lockdown,dan social
distancing.Disini,kita tidak akan membahas baga imanawabah Corona atauCovid-19ini,
tetapi membahas bagaimana jika ketiga cara pencegahanwabah Corona(Covid-19)tersebut
diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Walaupun wabah dan narkoba berbeda,
efek dan dampa kkeduanya sama–sama mengerikan karena penyalahgunaan narkoba juga
berdampak pada kesehatan,ekonomi,sosial,bahkan menimbulkan kematian.
Mari belajar dari pencegahan penyebaran virus Covid-19 untuk mencegah
penyalahgunaan narkoba.Pertama,menjaga kebersihan dengan mencuci tangan.Hal bisa kita
aplikasikan dalam bentuk upay amenjaga kebersihan tubuh dan iman kita untuk tidak coba-coba
menyalahgunakan narkoba.Tubuh dan pikiran yang sehat mendorong kita untuk memilih
pergaulan yang sehat.Kedua,lock down diterapkan dengan meningkatkan pengetahuan kita
tentang bahaya narkoba sehingga kita bisa menolak ketika ada orang asing atau teman
menawarkan narkoba.Ketiga,social distancing kita terapkan dengan membentengi diri untuk
memilih lingkungan manasaja yang menjadi inner circle dalam kehidupan kita masing-masing
karena lingkungan yang baik turut membentuk seseorang menjadi orang yang baik.Mengacu
pada kata-kata bijak“mulai dari diri sendiri”untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,mari
kita bawa pengetahuan dan kebaikan cara pencegahan Covid-19 iniuntuk melawan
penyalahgunaa ndan penyebaran narkoba.Gandeng kanan kirimu untuk terus menyebarkan
kebaikan.Hari esok akan lebih baik saat kita mau dan mampu untuk melawan narkoba




Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP DI YOGYAKARTA

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait